JAKARTA, LIPUTANBERITA7. The Star melaporkan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan “gelombang tsunami berbahaya” dalam radius 1.000 kilometer dari episentrum gempa tersebut.
Gempa tektonik 7,6 yang berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi, memicu peringatan dini tsunami di sepanjang pantai Malaysia hingga Filipina.
“Gempa yang awalnya tercatat dengan kekuatan 7,8 skala Richter ini terjadi pada pukul 6.48 pagi waktu setempat di Laut Maluku,” kata USGS yang dikutip dari laporan AFP.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik atau Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) yang berbasis di Hawaii menyatakan gelombang tsunami berbahaya mungkin terjadi “dalam 1.000 km dari episentrum” di sepanjang pantai Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
Sebelumnya, gempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 05.48 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan lokasi gempa ini terletak pada koordinat 1,25 derajat lintang utara dan 126,27 bujur timur. Pusat gempa berada di laut 129 kilometer arah tenggara Bitung pada kedalaman 62 kilometer.
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara setelah gempa tersebut.
Gempa terasa kuat di beberapa daerah sekitar. Sejumlah bangunan rusak dan satu orang dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan gedung di Kota Manado.















