JAKARTA, LIPUTANBERITA7. Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah konflik kawasan dan kekhawatiran internasional terhadap stabilitas Timur Tengah, termasuk isu keamanan jalur energi global di Selat Hormuz dan perkembangan program nuklir Iran.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal Washington untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Trump menyebut balasan yang disampaikan Teheran melalui jalur diplomatik sama sekali tidak dapat diterima.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social miliknya setelah menerima laporan mengenai tanggapan Iran terhadap rencana AS untuk mengakhiri perang.
“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden Donald J Trump,” tulis Trump, dikutip Beritasatu.com, Senin (11/5/2026).
Media Iran sebelumnya melaporkan, tanggapan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah AS melalui mediator Pakistan pada hari yang sama.
Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim yang mengutip sumber-sumber terinformasi, Iran menekankan perlunya penghentian perang secara segera serta meminta jaminan dari AS agar tidak terjadi agresi lanjutan terhadap Teheran.
Selain itu, Iran juga meminta pencabutan sanksi ekonomi AS dan pengakuan terhadap pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran, dengan syarat adanya komitmen tertentu dari pihak Washington.
Dalam proposal tersebut, Iran juga mengusulkan pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan selama periode 30 hari sebagai bagian dari langkah awal membangun kepercayaan antara kedua negara.















