JAKARTA, LIPUTAN BERITA7. Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan aksi militer terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer sekutu AS di kawasan Teluk.
Konflik itu juga berdampak pada penutupan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia. Pada 8 April 2026, Iran dan AS sempat menyepakati gencatan senjata melalui mediasi Pakistan. Meski demikian, perundingan lanjutan di Islamabad belum berhasil menghasilkan kesepakatan permanen.
Iran mengirimkan tanggapan resmi kepada Pakistan terkait usulan terbaru Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah.
Informasi tersebut disampaikan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Minggu (10/5/2026), seperti dilansir Anadolu. Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam upaya diplomasi antara Teheran dan Washington.
“Tanggapan Republik Islam Iran terhadap usulan terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirimkan kepada mediator Pakistan hari ini,” tulis IRNA dalam laporannya.
IRNA menyebutkan pada tahap saat ini, fokus negosiasi diarahkan pada upaya penghentian perang di kawasan. Namun, media pemerintah Iran itu tidak merinci isi tanggapan yang dikirim Teheran kepada pihak Pakistan.















