JAKARTA-LIPUTAN BERITA7. Konflik yang melibatkan dua negara bertetangga ini telah menarik perhatian dunia internasional. PBB dan beberapa negara mediator kini tengah berupaya meredam gejolak di kawasan Asia Selatan tersebut agar tidak meluas menjadi perang terbuka yang menghancurkan stabilitas regional.
Pakistan resmi mendeklarasikan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban Afghanistan menyusul bentrokan yang kembali terjadi di sepanjang perbatasan bersama antara Afghanistan dan Pakistan.
Dikutip dari NDTV, Jumat (27/2/2026), situasi memanas setelah Pakistan membombardir dua wilayah Afghanistan, yakni Kabul dan Kandahar dalam operasi yang diberi nama Ghazab Lil Haq. Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah pasukan Afghanistan menyerang pasukan penjaga perbatasan Pakistan.
Kantor berita Associated Press melaporkan militer Pakistan melakukan serangan udara yang menargetkan fasilitas militer Afghanistan di Provinsi Kabul, Kandahar, dan Paktia. Pakistan mengeklaim dua pangkalan brigade berhasil dihancurkan, namun tidak menyebutkan adanya korban jiwa.
Pemerintah Pakistan menyatakan serangan udara sebelumnya ditujukan kepada kelompok militan yang bersembunyi di wilayah perbatasan. Pakistan juga menegaskan serangan Afghanistan merupakan aksi tanpa provokasi.
“Sasaran pertahanan Taliban Afghanistan menjadi sasaran di Kabul, Paktia (provinsi) dan Kandahar,” tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di X.
Pemerintah Taliban menyebut serangan itu sebagai aksi balasan atas serangan udara mematikan yang dilakukan Pakistan pada awal pekan ini. Dalam klaim masing-masing pihak, Pakistan menyatakan telah menewaskan 133 pejuang Afghanistan, sementara Kabul mengeklaim serangannya menewaskan 55 tentara Pakistan.















