Kabupaten Bekasi, — Humas SMAN 9 Tambun Selatan, Sahri Ramadhan, menegaskan bahwa sekolah tidak melakukan pungutan kepada orang tua murid terkait pembangunan pagar. Menurutnya, yang ada adalah sumbangan sukarela tanpa nominal dan tenggat yang ditentukan. Sahri juga menyatakan bahwa orang tua murid yang belum memberikan sumbangan tidak ditagih, karena sifatnya sukarela. Jumat (30/10/26)
Penegasan itu disampaikan menanggapi unggahan disalah satu akun Instagram yang menyebut adanya dugaan pungutan berkedok sumbangan pembangunan pagar. Unggahan itu memuat tangkapan layar pesan WhatsApp yang disebut sebagai hasil rapat koordinator kelas (korlas) kelas X pada 26 September 2026. Dalam pesan itu tertulis, penyelesaian pagar membutuhkan dana sekitar Rp40 juta, dibagi rata kepada sekitar 380 siswa kelas X dengan nominal Rp150.000 per siswa, dan dibayarkan hingga akhir Desember 2026. Unggahan itu juga memuat bukti transfer Rp150.000 ke rekening atas nama sekolah.
“kami tidak pernah memaksa. Yang belum menyumbang pun tidak kami tagih karena sifatnya sukarela,” pungkas Sahri.
Sahri menjelaskan, persoalan tersebut berawal dari miskomunikasi antara korlas dan komite sekolah. Ia menyatakan sekolah maupun komite tidak pernah menetapkan nominal dan jangka waktu sumbangan kepada orang tua murid.
“Pada dasarnya pungutan itu tidak ada, sifatnya sumbangan. Sekolah dan komite tidak pernah menentukan sumbangan dengan mematok nominal dan jangka waktu kepada orang tua murid. Siapa pun yang menyumbang tetap kami terima agar sekolah menjadi lebih baik, dan kami tidak pernah memaksa. Siapa pun yang sudah menyumbang lalu meminta uangnya dikembalikan, kami siap mengembalikan,” ujar Sahri kepada awak Media. (30/10/26)
Ia juga menambahkan, orang tua murid pada dasarnya mendukung upaya penyelesaian pagar, dan dana yang sudah masuk akan digunakan sebagaimana mestinya dengan mengedepankan prinsip transparansi. Sekolah, katanya, juga telah mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana ke dinas provinsi. Saat ini SMAN 9 Tambun Selatan memiliki 1.050 siswa.
Sahri berharap kekurangan sarana dan prasarana sekolah dapat segera dipenuhi, baik melalui donatur maupun sumbangan dari berbagai sumber.
JORS/RED
-Jors















