PAKPAK BHARAT — LIPUTAN BERITA7 Kepolisian Resor (Polres) Pakpak Bharat terus memperkuat komunikasi, kedekatan, dan sinergitas dengan masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih. Kali ini, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Pakpak Bharat yang beragama Kristen, mengunjungi Gereja GKPPD Salak Kota, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Minggu (1/11/2026) pagi.
Kegiatan yang disebut sebagai bagian dari tindak lanjut Program 100 Hari Kapolri tersebut menjadi sarana komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat, khususnya jemaat gereja, dalam membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam arahannya di hadapan jemaat, AKBP Muhammad Agustiawan menegaskan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Kapolres mengajak jemaat GKPPD Salak Kota untuk terus memperkuat kepedulian sosial, menjaga kerukunan, serta membangun komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian guna mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Optimalkan Layanan Polisi 110, Masyarakat Diminta Tidak Ragu Melapor
Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 sebagai sarana pengaduan dan pelaporan masyarakat apabila menghadapi situasi darurat, gangguan keamanan, maupun peristiwa yang membutuhkan kehadiran kepolisian.
Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut dapat diakses masyarakat tanpa dikenakan biaya pulsa.
Kapolres mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan 110 secara bertanggung jawab, dengan memberikan informasi yang benar dan jelas sehingga petugas dapat menindaklanjuti laporan sesuai tingkat urgensi dan prosedur yang berlaku.
Selain itu, AKBP Muhammad Agustiawan mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga, terutama terhadap penggunaan media sosial yang semakin berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan kesadaran hukum, etika komunikasi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan maupun menyebarluaskan informasi.
Masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih informasi bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan, konflik sosial, dan konsekuensi hukum.
Kapolres Tekankan Disiplin Berlalu Lintas demi Keselamatan Bersama
Tidak hanya menyoroti persoalan kamtibmas, Kapolres Pakpak Bharat juga memberikan perhatian terhadap keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas.
Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Operasi Patuh 2026 dan mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menaati peraturan lalu lintas.
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan berkendara bukan sekadar untuk menghindari sanksi, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab dalam melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian Kapolres antara lain kewajiban menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara dan penumpang sepeda motor, larangan membawa penumpang melebihi kapasitas kendaraan, serta larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara apabila mengganggu konsentrasi.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengemudikan kendaraan dalam pengaruh alkohol maupun narkotika serta tidak menggunakan knalpot yang tidak memenuhi persyaratan teknis kendaraan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan bahwa dirinya telah mengingatkan jajaran Satuan Lalu Lintas untuk mengedepankan pendekatan edukatif, termasuk teguran lisan sesuai ketentuan dan kebijakan penindakan yang berlaku.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat sehingga kepatuhan berlalu lintas tumbuh sebagai kebutuhan bersama, bukan semata-mata karena adanya pengawasan petugas.
Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergitas dan Kepercayaan Publik
Menutup arahannya, AKBP Muhammad Agustiawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak gereja serta seluruh jemaat GKPPD Salak Kota yang telah memberikan kesempatan kepada jajaran Polres Pakpak Bharat untuk hadir dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Kapolres berharap kegiatan Minggu Kasih dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi yang konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan keamanan di lingkungan masyarakat.
Ia turut menekankan pentingnya semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai landasan untuk memperkuat kerja sama dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kabupaten Pakpak Bharat.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polres Pakpak Bharat berupaya membangun hubungan yang semakin terbuka dengan masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pencegahan gangguan kamtibmas, pemanfaatan layanan kepolisian, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, dan peningkatan keselamatan berlalu lintas.
Sinergitas antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Pakpak Bharat yang aman, damai, tertib, dan kondusif.
Redaksi Liputan Berita7













