Bekasi, Liputan Berita 7 – Penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik terus didorong melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan media film sebagai sarana edukasi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter(PPK) yang dikemas dengan pemutaran film bertajuk “Jangan Buang Ibu”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Bioskop CGV Lagoon Avenue Bekasi. Agenda ini diselenggarakan berdasarkan undangan dari PT Rona Bagus Karya kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Rina Parlina, S.I.P., M.M.
Berdasarkan surat undangan Nomor 019/RBK/JBI/IX/2026 tertanggal 28 September 2026, kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai pemutaran film, tetapi juga sebagai ruang sosialisasi mengenai Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Menghadirkan Unsur Pendidikan dan Kepolisian
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Dr. Hj. Rina Parlina, S.I.P., M.M., serta jajaran kepolisian, di antaranya Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo, S.I.K., M.H. dan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana.
Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut turut memberikan warna tersendiri dalam pembahasan pendidikan karakter, mengingat pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berkaitan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga menyangkut nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta hubungan antara generasi muda dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III menjadi bagian penting dalam kegiatan yang menyasar penguatan nilai-nilai karakter di lingkungan pendidikan.
Film Dipilih Sebagai Media Edukasi
Mengacu pada susunan acara yang tercantum dalam surat undangan, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan materi sosialisasi.
Setelah itu, kegiatan memasuki sesi utama berupa pemutaran film “Jangan Buang Ibu”.
Film tersebut digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pendekatan melalui media film diharapkan dapat membuat pesan moral lebih mudah diterima karena disampaikan melalui alur cerita dan gambaran kehidupan yang dekat dengan masyarakat.
Selain pemutaran film, kegiatan juga memuat sesi pembahasan mengenai Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Agenda Berlangsung Hingga Siang
Dalam rundown yang tercantum pada surat undangan, rangkaian kegiatan dijadwalkan mulai pukul 09.30 WIB dengan registrasi peserta.
Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB dilakukan pembukaan oleh MC, kemudian materi sosialisasi pada pukul 10.10 WIB. Sambutan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III sekaligus pembukaan acara dijadwalkan pada pukul 10.20 WIB.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film PPK hingga sekitar pukul 12.30 WIB.
Melalui kegiatan tersebut, penguatan pendidikan karakter tidak hanya ditempatkan sebagai materi pembelajaran formal, tetapi juga dikemas melalui kegiatan yang melibatkan unsur pendidikan, pemerintah, kepolisian, serta masyarakat.
Dorong Kolaborasi untuk Pendidikan Karakter
Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan ini juga memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara sektor pendidikan dan keamanan dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.
Di sisi lain, kegiatan sosialisasi PPK melalui media film memberikan alternatif pendekatan dalam menyampaikan pesan pendidikan karakter kepada peserta.
Dengan menggabungkan sosialisasi regulasi, dialog, serta media film, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pendidikan karakter, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
(George)















