JAKARTA, LIPUTAN BERITA7. Di saat negosiasi diplomatik masih berlangsung melalui mediasi Pakistan, militer AS justru memperlihatkan aksi tegas dengan melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran yang mencoba menerobos blokade di Kawasan Teluk.
Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah memberikan ultimatum keras kepada Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut meminta Teheran segera menyepakati perjanjian damai untuk mengakhiri perang atau menghadapi gelombang serangan militer dengan intensitas yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Ketegangan terbaru ini langsung mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan dunia.
Situasi tersebut membuat Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian internasional karena jalur ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.
Dilansir dari beritasisatu.com, perkembangan konflik berubah cepat pada Rabu (6/5/2026) setelah Donald Trump menyampaikan pernyataan melalui media sosial pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Trump menyebut operasi militer “Epic Fury” yang dijalankan bersama Israel sejak Februari 2026 dapat segera dihentikan apabila Iran bersedia menerima kesepakatan yang diajukan AS.















