JAKARTA, LIPUTAN BERITA7. Ancaman serangan ini dipicu oleh tuduhan Teheran bahwa Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli 2026 yang menyebabkan seorang anak buah kapal (ABK) tewas. Menindaklanjuti insiden itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah menyampaikan kepada Menlu Ukraina Andrii Sybiha bahwa Kiev harus memberikan ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan.
Selain membahas eskalasi dengan Ukraina, Rezaei memberikan peringatan tegas bahwa Iran tidak akan mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diakui pemerintahnya. Ia mengancam kapal yang melanggar jalur tersebut akan menjadi sasaran tindakan militer.
Dilansir dari Anadolu Iran mengeklaim telah membatalkan rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina setelah pemerintah Kiev disebut menyampaikan permohonan maaf atas dugaan serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan televisi nasional Iran, Senin (3/8/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Rezaei menjelaskan, keputusan pembatalan operasi diambil setelah Ukraina menyampaikan permohonan maaf kepada Iran. Kendati demikian, ia tidak merinci bentuk maupun waktu penyampaian permohonan maaf dari pihak Kiev tersebut. (red)















