Beberapa masukan tersebut, antara lain memastikan kesinambungan antara dunia industri dan dunia pendidikan, mentransformasi skema jaminan sosial terutama bagi pekerja informal, pentingnya kesehatan mental, transformasi tata kelola publik, pelibatan peran anak muda, kepastian meritokrasi, hingga pentingnya kebahagiaan.
“Penyusunan RPJPN 2025-2045 ini memang evidence based, tetapi juga harus dipastikan bisa tercapai atau tidak. Jangan sampai kita membuat target yang tidak bisa kita capai. Sehingga reformasi saja tidak cukup, perlu transformasi,” pungkas Menteri Suharso. REDAKSI
Sumber : Humas BAPPENAS