Jakarta – Liputan Berita7. Konflik kembali memanas setelah perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Kegagalan itu memicu 10 malam berturut-turut serangan terhadap sasaran militer Iran.
Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang bocor menyebut Iran diperkirakan tidak akan melunak maupun memberikan konsesi terkait program nuklirnya, meski Washington terus menggencarkan serangan terhadap sasaran militer dan infrastruktur Iran. Pada saat bersamaan, Presiden Donald Trump juga menunda penyambutan jenazah prajurit AS yang gugur akibat serangan Iran.
Trump sebelumnya dijadwalkan menghadiri prosesi penghormatan bagi First Lieutenant Tyler James Feehan (25) dan Private Isabella Gonzales (19) yang tewas dalam serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania. Namun, agenda di Dover Air Force Base itu ditunda tanpa pengumuman jadwal baru.
Mengutip The Washington Post, analis intelijen AS menilai serangan lanjutan terhadap fasilitas militer maupun infrastruktur sipil Iran kecil kemungkinan memaksa Teheran mengubah sikap ataupun memberikan konsesi dalam isu nuklir.
Para pejabat intelijen aktif maupun purnatugas bahkan memperingatkan Washington dan Teheran kini berada dalam situasi yang tidak jelas antara perang dan perdamaian.
Pada sisi lain, Iran juga meningkatkan ancaman terhadap Trump dan keluarganya. Sejumlah papan reklame di Teheran menampilkan gambar yang menggambarkan kematian Presiden AS tersebut.
Meski ancaman perang regional terus meningkat, baik Washington maupun Teheran masih memberikan sinyal terbuka untuk kembali ke meja perundingan. Namun hingga kini belum ada perkembangan berarti dalam upaya diplomasi tersebut.















