Di dalam pesan whatssap tersebut, Ia telah menerima kiriman foto dan video keberadaan Plt Bupati Mimika dari orang yang disuruhnya.
“Mantaaap. Vidion dan foto lg. Vidio rambut putih,” ujarnya dalam pesan singkat tersebut beberapa menit setelah ketahuan.
Belakangan juga diketahui, Bpk Jkrta ternyata seorang mantan ajudan atau orang dekat Bupati Nonaktif Eltinus Omaleng dan saat ini berprofesi sebagai Pengacara.
Heboh “Bapa Jkrta”
Pasca kejadian ini, publik kemudian menyimpulkan bahwa kasus ini murni pesanan pihak yang berseberangan dengan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob.
Berikutnya, berkembang informasi disejumlah kalangan bahkan kabarnya info itu berawal dari “Orang Dalam” Korps Adhyaksa itu sendiri bahwa tim penyidik Kejati Papua diduga telah menerima pasokan anggaran dengan nilai tertentu bahkan terbilang fantastis karena mencapai miliaran rupiah dari pihak yang berseberangan bersama koleganya.
Meski belum diperoleh bukti kuat soal itu, namun setidaknya dengan ada dan munculnya terkait dugaan informasi dari “Orang Dalam” Korps Adhyaksa soal uang besar yang digelontorkan “Lawan JR” seolah-olah semakin memperkuat klaim publik bahwa kasus ini murni pesanan.















