JAKARTA-LIPUTAN BERITA7. Sistem pertahanan rudal jarak jauh Israel dilaporkan sangat terbebani akibat serangan yang terus berlangsung. Sebelumnya, kantor berita CNN melaporkan Iran mulai menambahkan amunisi kluster ke beberapa rudalnya, yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap sistem pertahanan Israel.
Israel dilaporkan mulai kehabisan pencegat rudal balistik seiring perang dengan Iran yang telah memasuki pekan ketiga.
Mengutip Anadolu, Minggu (15/3/2026), terkait stok pencegat rudal jarak jauhnya yang telah berkurang secara signifikan seiring berlanjutnya konflik dengan Iran, pada awal pekan ini Israel disebut telah memberitahukan kondisi tersebut kepada Amerika Serikat (AS). Informasi ini dilaporkan oleh media AS, Semafor dengan mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Seorang pejabat AS mengatakan, AS telah mengetahui keterbatasan kapasitas pencegat rudal Israel selama beberapa bulan terakhir dan telah mengantisipasi situasi tersebut. Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan AS tidak menghadapi situasi serupa dengan Israel.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan udara tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatullah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran langsung melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer AS.















