Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
advertorialHeadlineJakarta

BAKTI Kementerian Kominfo Bangun Layanan BTS 4G Di Daerah 3T Fasilitasi PBM dan Kegiatan Masyarakat Guna Percepat Transformasi Digital Nasional

119
×

BAKTI Kementerian Kominfo Bangun Layanan BTS 4G Di Daerah 3T Fasilitasi PBM dan Kegiatan Masyarakat Guna Percepat Transformasi Digital Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta | Liputan Berita 7 – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah membangun Base Transceiver Station (BTS) 4G dan menyediakan akses layanan internet untuk mempercepat transformasi digital nasional. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo juga menyediakan akses internet untuk memfasilitasi kebutuhan layanan pendidikan, proses belajar mengajar (PBM) dan kegiatan masyarakat daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

“BAKTI Kementerian Kominfo telah menyediakan 14.418 titik akses internet yang digunakan untuk layanan publik per 8 Desember 2023. Sebanyak 6.062 titik lokasi di antaranya digunakan untuk layanan pendidikan dengan menggunakan teknologi serat fiber, radio link, VSAT, dan WiFi,” jelas Menkominfo Budi Arie Setiadi di Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2023).

Example 300x600

Menkominfo menjelaskan tiga lapisan jaringan yang telah dibangun untuk memberikan layanan akses telekomunikasi dan internet kepada masyarakat, yaitu Jaringan Backbone Nasional, Jaringan Midlle Mile (Backhaul) dan Jaringan Lastmile.

Baca Juga :  WALANTARA Bersama 3 Desa Demo Ke Kantor Kehutanan XV Kabanjahe,Hentikan Penebangan Pohon di Puncak Siosar

“Ada Infrastruktur serat optik Palapa Ring, satelit atau microwave link hingga jaringan lastmile yang menghubungkan langsung ke masyarakat pengguna berupa BTS 4G dan akses internet (WiFi),” tuturnya.

Menurut Menteri Budi Arie pembangunan BTS di 1.682 lokasi daerah 3T menggunakan kontribusi Universal Service Obligation (USO) dan penyediaan BTS 4G di 5.618 lokasi menggunakan bauran pembiayaan APBN.

“Kapasitas bandwith per lokasi berbeda-beda karena mayoritas lokasi pembangunan belum terkoneksi fiber optik sehingga menggunakan teknologi satelit,” ungkapnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *