Scroll untuk baca artikel
bekasiHeadline

Dinding Jebol, Plafon Rusak dan Lantai Retak, 168 Siswa SDN Sukajadi 03 Bekasi Tetap Belajar — Rehabilitasi Baru Direncanakan 2027

33
×

Dinding Jebol, Plafon Rusak dan Lantai Retak, 168 Siswa SDN Sukajadi 03 Bekasi Tetap Belajar — Rehabilitasi Baru Direncanakan 2027

Sebarkan artikel ini

BEKASI | LIPUTAN BERITA7 — Kondisi bangunan SDN Sukajadi 03 di Kampung Gili-gili, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian setelah sejumlah bagian ruang sekolah mengalami kerusakan. Di tengah kondisi dinding berlubang, plafon rusak dan lantai retak, kegiatan belajar mengajar bagi 168 siswa tetap berlangsung. Kamis, (24/9/2026).

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, 23 September 2026, kondisi paling mencolok terlihat di ruang kelas VI. Salah satu bagian dinding mengalami kerusakan hingga membentuk lubang cukup besar sehingga area di luar sekolah dapat terlihat langsung dari dalam ruang kelas.

Example 300x600

Kerusakan tidak hanya ditemukan pada dinding. Sejumlah bagian lantai terlihat retak, plafon berlubang, serta permukaan dinding mengalami pengelupasan.

Meski demikian, para siswa masih mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Mereka duduk di bangku masing-masing, membaca buku dan mengerjakan tugas di tengah kondisi ruang kelas yang sebagian konstruksinya sudah mengalami kerusakan.

Siswa Mengaku Khawatir Saat Belajar

Silvia (12), siswi kelas VI, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Ia mengaku tetap mengikuti pelajaran, namun menyimpan kekhawatiran terhadap bagian bangunan yang rusak.

“Saya takut bagian atasnya tiba-tiba roboh. Pernah juga lagi menulis, tiba-tiba roboh. Sebenarnya enggak nyaman belajar dalam kondisi seperti ini,” ujar Silvia sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Kerusakan dinding juga menyebabkan debu dari luar lebih mudah masuk ke ruang kelas. Kondisi tersebut semakin terasa karena lokasi sekolah berdekatan dengan area persawahan.

Ketika hujan turun, air disebut dapat masuk melalui bagian bangunan yang terbuka.

“Debunya jadi gampang keluar masuk. Kalau hujan, air tampiasnya juga kecipratan ke dalam kelas,” katanya.

Menurut Silvia, kerusakan tidak terjadi sekaligus. Bagian bangunan tersebut mengalami kerusakan secara bertahap hingga akhirnya membentuk lubang besar. Kondisi itu disebut telah berlangsung sekitar tiga tahun.

Kekhawatiran serupa disampaikan Ahmad (12), siswa kelas VI lainnya.

“Kalau kondisi tembok bolong seperti ini, takut roboh pas kami belajar,” ujarnya.

Ahmad mengatakan kerusakan juga terdapat pada plafon, lemari hingga lantai kelas. Ia berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar kegiatan belajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

“Harapannya dibenerin semuanya, termasuk fasilitasnya, supaya belajar lebih nyaman,” katanya.

Bangunan Disebut Pernah Ditopang Bambu

Kondisi bangunan SDN Sukajadi 03 turut menjadi perhatian Iyus Rustandi (60), guru senior yang pernah mengajar di sekolah tersebut sejak 2005 hingga pensiun pada 2025.

Menurut Iyus, kerusakan bangunan sudah berlangsung cukup lama. Bangunan yang kini mengalami kerusakan disebut dibangun pada 2009, sementara bangunan sekolah lainnya telah berdiri sejak 2003.

Ironisnya, menurut Iyus, justru bangunan yang relatif lebih baru tersebut saat ini berada dalam kondisi yang lebih mengkhawatirkan.

“Tapi kalau melihat kondisi, yang paling bahaya justru yang baru ini. Dulu mungkin cara membangunnya semennya kurang, jadi enggak kokoh,” ujar Iyus.

Pernyataan mengenai kemungkinan kualitas pembangunan tersebut merupakan penilaian Iyus dan belum merupakan kesimpulan teknis dari instansi berwenang.

Iyus mengaku sebelumnya pernah mengusulkan agar bagian bangunan yang dianggap rawan mendapat perhatian, khususnya ruang kelas VI.

Ia juga menyebut terdapat bagian bangunan yang sempat ditopang menggunakan bambu untuk mengurangi risiko keruntuhan.

“Fungsinya buat menahan supaya tidak roboh ke bawah,” katanya.

Musim Hujan Tambah Kekhawatiran

Kondisi bangunan menjadi perhatian tersendiri ketika memasuki musim hujan. Hujan deras disertai angin dikhawatirkan dapat memperburuk bagian bangunan yang telah mengalami kerusakan.

“Itu yang paling ditakutkan. Bagaimana kondisinya nanti kalau hujan deras,” ujar Iyus.

Ia berharap rehabilitasi sekolah dapat dipercepat demi memberikan rasa aman kepada siswa maupun tenaga pendidik.

“Mudah-mudahan perbaikan bisa dipercepat. Kami hanya ingin menjaga keamanan anak didik supaya mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Bupati dan sekda M.Azan ,SH mendukung sepenuhnya surat edaran gubernur Jambi nomor 1165 tahun 2022.

Disdik: Rehabilitasi Direncanakan 2027

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Pranoto, menjelaskan bahwa kewenangan pembangunan dan rehabilitasi sekolah berada pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi.

Menurut Pranoto, Dinas Pendidikan sebelumnya telah mengusulkan rehabilitasi SDN Sukajadi 03 melalui APBD 2026.

Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, pelaksanaan rehabilitasi sekolah tersebut direncanakan pada 2027.

“Rehabilitasi sekolah tersebut direncanakan dilaksanakan pada 2027,” kata Pranoto.

Ia mengatakan koordinasi dengan pihak sekolah juga telah dilakukan melalui koordinator wilayah Kecamatan Sukakarya.

“Kami sudah berkoordinasi melalui koordinator wilayah Kecamatan Sukakarya. Dan kemarin koordinatornya sudah ke lokasi,” ujarnya.

168 Siswa Masih Beraktivitas di Sekolah

SDN Sukajadi 03 tercatat memiliki 168 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar.

Kegiatan siswa dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan kegiatan Dhuha, kemudian proses pembelajaran dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.

Jam kepulangan disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas rendah umumnya menyelesaikan pembelajaran sekitar pukul 11.00–12.00 WIB, sedangkan siswa kelas tinggi dapat mengikuti kegiatan belajar hingga sekitar pukul 13.00 WIB.

Sambil menunggu rencana rehabilitasi pada 2027, proses belajar mengajar tetap berlangsung di tengah kondisi sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

Persoalan tersebut tidak semata menyangkut penampilan fisik gedung sekolah. Kondisi dinding yang berlubang, plafon rusak dan lantai yang retak juga menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dan kelayakan ruang belajar yang setiap hari digunakan siswa dan tenaga pendidik.

Dengan masih berlangsungnya aktivitas pendidikan di bangunan tersebut, kondisi SDN Sukajadi 03 membutuhkan perhatian dan penanganan sesuai hasil pemeriksaan teknis dari instansi berwenang. Terlebih, para siswa harus tetap mengikuti kegiatan pembelajaran sembari menunggu realisasi rehabilitasi yang direncanakan pada 2027.

Publik kini menantikan langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memastikan keselamatan siswa selama masa menunggu rehabilitasi, termasuk apakah diperlukan penanganan sementara terhadap bagian bangunan yang dinilai rawan sebelum pekerjaan rehabilitasi menyeluruh dilaksanakan.

Sumber: Diolah Liputan Berita7 dari pemberitaan Kompas.com, 23 September 2026.
Editor: Redaksi Liputan Berita7

banner 120x600