Scroll untuk baca artikel
HeadlineJakarta

Hasyim Djojohadikusumo Hadiri Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI: “Saya Datang karena Percaya”

28
×

Hasyim Djojohadikusumo Hadiri Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI: “Saya Datang karena Percaya”

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — LIPUTAN BERITA7 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengambil langkah strategis dengan mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai bagian dari komitmen insan pers untuk ikut mengawal pembangunan dan kehidupan masyarakat di tingkat desa.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, dan dirangkaikan dengan Dialog Nasional, Kamis (27/8/2026). Kegiatan dihadiri sekitar seratus peserta dan undangan, serta melibatkan perwakilan dari lima provinsi yang menjadi wilayah awal pelaksanaan program, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Example 300x600

Hadir sebagai keynote speaker, Hasyim Djojohadikusumo, yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif SMSI tersebut. Menurutnya, kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan karena dirinya memiliki kepercayaan terhadap kegiatan yang digagas SMSI.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini, karena itu saya datang.”

Pernyataan tersebut disampaikan Hasyim setelah mengikuti pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa dan dialog nasional.

Hasyim juga menilai kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung situasi Jakarta di tengah munculnya berbagai informasi mengenai eskalasi demonstrasi dan kondisi keamanan ibu kota.

Ia menegaskan bahwa situasi Jakarta yang dilihatnya secara langsung berada dalam kondisi aman dan kondusif.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini Jakarta aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus.” ucap Hashim.

Jaga Desa sebagai Bagian dari Merawat NKRI

Ketua Umum SMSI Pusat Drs. Firdaus, M.Si., menegaskan bahwa pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan bagian dari komitmen SMSI untuk menjadikan desa sebagai salah satu perhatian utama pers nasional.

Menurut Firdaus, desa tidak boleh dipandang sebagai wilayah yang berada di lapis kedua dalam pembangunan nasional. Desa justru memiliki posisi strategis karena menjadi bagian penting dari kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan masyarakat.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Karena itu, menurut SMSI, keberadaan newsroom yang secara khusus memberikan perhatian terhadap desa diharapkan dapat memperkuat fungsi pers dalam menyampaikan informasi mengenai potensi, persoalan, pembangunan, sekaligus aspirasi masyarakat desa.

Lima provinsi yang telah terlibat dalam pengukuhan awal tersebut menjadi pilot project SMSI. Firdaus mengatakan, konsolidasi akan terus dilakukan dan program tersebut ditargetkan dapat dikembangkan secara serentak di berbagai provinsi.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi.” ungkap Firdaus.

Baca Juga :  Dukung Commander Wish Kapolda Banten Program Poliran ,Kapolres Serang Tinjau Tempat Pembuatan Pupuk Kompos

Hasyim: Pers Harus Menyampaikan Informasi Secara Utuh

Dalam dialog tersebut, Hasyim juga menyampaikan pesan penting kepada insan pers agar tidak menyampaikan informasi secara sepotong-sepotong sehingga berpotensi menyesatkan atau membentuk persepsi publik yang keliru.

Ia menekankan pentingnya data, fakta, serta konteks dalam setiap pemberitaan.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta.” tegasnya.

Menurut Hasyim, informasi yang dilepaskan dari konteks dapat menimbulkan distorsi terhadap pemahaman publik, termasuk terhadap kebijakan pemerintah yang sedang menjadi prioritas.

Pers, menurut dia, memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman masyarakat. Karena itu, akurasi dan kelengkapan informasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab jurnalistik.

Dalam kaitan tersebut, Hasyim mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah mengagendakan dialog dengan kalangan mahasiswa, antara lain BEM UI, UGM, dan ITB.

Masukan dari lingkungan kampus tersebut, kata Hasyim, nantinya dapat menjadi bahan evaluasi, koreksi, maupun rekomendasi kepada pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan.” terangnya.

Dorong Pembenahan Gedung Dewan Pers

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum SMSI Firdaus menyampaikan aspirasi mengenai kondisi Gedung Dewan Pers di Kebon Sirih yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan peningkatan fasilitas.

Menurut Firdaus, Gedung Dewan Pers bukan sekadar bangunan perkantoran, tetapi merupakan salah satu pusat aktivitas dan ekosistem pers nasional.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka, konstituen, terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing.” jelas Firdaus.

Firdaus berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian sehingga keberadaan gedung Dewan Pers mampu memberikan fasilitas yang lebih representatif bagi seluruh konstituen pers.

Aspirasi tersebut mendapat respons positif dari Hasyim Djojohadikusumo. Ia menyatakan akan menindaklanjutinya melalui komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Saya baru mendapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi Meutya Hafid,” ujar Hasyim.

Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan dan aplaus dari peserta yang hadir.

Dialog Nasional Bahas Pers, Ekonomi dan Pembangunan

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Dialog Nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pakar.

Di antaranya Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar di bidang ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dan tanggapan kritis mengenai perkembangan bangsa, peran pers, ekonomi, serta kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan masukan terhadap kebijakan publik.

Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, Guru Besar dari PTIK, yang mengarahkan dialog secara kritis dan substantif.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menegaskan kembali posisi pers sebagai salah satu elemen penting dalam mengawal informasi publik.

Melalui program Jaga Desa, SMSI berupaya mendorong pemberitaan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memastikan berbagai perkembangan di desa mendapatkan ruang pemberitaan yang proporsional.

Desa dijaga informasinya, pembangunan dikawal prosesnya, dan kepentingan masyarakat menjadi bagian penting dari kerja jurnalistik. Dari desa, pers ikut merawat Indonesia. (Red/Paulus)

banner 120x600