Scroll untuk baca artikel
HeadlineInternasional

Akibat Ketegangan di Lebanon Hubungan Trump dan Netanyahu Retak

27
×

Akibat Ketegangan di Lebanon Hubungan Trump dan Netanyahu Retak

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, LIPUTANBERITA7. Situasi politik dalam negeri AS juga kian menyudutkan Trump. Berdasarkan jajak pendapat Pew Research yang dirilis April lalu, sentimen negatif warga Amerika terhadap Israel melonjak tajam menjadi 60%, dibandingkan sebelum perang dengan Hamas pada 2023 yang hanya sebesar 42%. Beberapa tokoh konservatif terkemuka bahkan menuduh Israel sengaja menjebak Trump agar menyeret AS ke dalam perang melawan Iran, tuduhan yang dibantah keras oleh Gedung Putih dan Netanyahu.

Tekanan publik ini membuat beberapa pengamat menilai bahwa Trump sengaja menunjukkan jarak dengan Netanyahu demi meredam kritik di dalam negeri. Sebelum Trump, Netanyahu juga tercatat pernah berselisih paham dengan Bill Clinton terkait Perjanjian Oslo, mengalami hubungan yang sangat buruk dengan Barack Obama, hingga membuat pemerintahan Joe Biden kecewa berat karena menuduh AS menahan pasokan senjata.

Example 300x600

Dilansir BBC menyebut perselisihan ini memperpanjang daftar panjang friksi antara Netanyahu dengan para pemimpin Gedung Putih. Pemimpin Israel tersebut memang dikenal sering menguji kesabaran pemerintah AS, namun ia selalu berhasil lolos dari dampak politiknya.  Padahal, gesekan terbaru ini terjadi di saat Trump sedang menimbang kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata AS-Iran, yang diharapkan bisa membuka jalan bagi negosiasi masa depan program nuklir Teheran serta pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang sangat vital.

Baca Juga :  Buruh perkebunan kelapa sawit Pandeglang berikan dukungan untuk untuk paslon Andra Soni dan Dimyati

Di sisi lain, Netanyahu justru menertawakan kabar adanya ketegangan dengan sekutu utamanya tersebut.

“Terkadang, seperti halnya dalam keluarga terbaik, kita memiliki perbedaan taktis,” ujar Netanyahu kepada CNBC, Rabu.

Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah memanas. Trump menjadi presiden AS kesekian yang harus berhadapan dengan sikap keras kepala Netanyahu, setelah keduanya terlibat adu mulut terkait aksi militer Israel di Lebanon. Ketegangan ini pun mengancam diplomasi sensitif yang sedang dibangun Washington dengan Iran.

Teheran merespons serangan Israel ke Lebanon dengan ancaman akan menghentikan pembicaraan damai dengan AS. Situasi ini menjadi pukulan telak bagi Trump yang saat ini sedang berupaya keras menarik keluar AS dari perang yang tidak populer melawan Iran.

Saat dikonfirmasi oleh jurnalis mengenai laporan media Axios yang menyebut dirinya memaki Netanyahu dengan kata-kata kasar dan menuduhnya tidak tahu berterima kasih dalam panggilan telepon pada hari Senin (1/6/2026) lalu, Trump tidak membantahnya.

“Ya, benar. Saya tidak bilang saya marah. Saya hanya sedikit kesal dengan sikapnya yang terus-menerus menggempur Lebanon” kata Trump dalam wawancara di podcast Pod Force One yang disiarkan hari Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Trump buru-buru menambahkan, “Saya sangat menyukai Bibi (panggilan akrab Netanyahu) dan saya bisa bekerja sama dengan baik dengannya.”

banner 120x600
samuel sabung ayam online judi bola online juara303 login juara303 Kreis 17 - Iserlohn