JAKARTA, LIPUTANBERITA7. Proses negosiasi AS dan Iran terus menemui kebuntuan. Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal negosiasi terbaru yang diajukan Teheran.
Orang nomor satu di AS itu juga menyalahkan perundingan yang terhenti dan upaya diplomasi menuju perdamaian tetap buntu karena ada perselisihan besar di dalam kepemimpinan Iran. Ia menegaskan, Washington masih mempertimbangkan berbagai opsi dalam menyikapi situasi tersebut.
“Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,” kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Hurriyetdailynews, Sabtu (2/5/2026).
Mengutip laporan kantor berita Fars, situasi antara Washington dan Teheran disebut semakin memanas setelah seorang tokoh senior komando pusat militer Iran, Mohammad Jafar Asadi, menyatakan kemungkinan meletusnya konflik baru antara Iran dan AS.
“Bukti telah menunjukkan Amerika tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun,” kata Asadi.
Dilaporkan kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA), Iran disebut telah menyerahkan draft proposal baru kepada Pakistan sebagai mediator pada Kamis (30/4/2026) malam waktu setempat. Namun, isi proposal tersebut tidak diungkapkan ke publik secara detail. (TIM LB7)















