JAKARTA, LIPUTAN BERITA7.COM Televisi pemerintah Iran menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari serta menetapkan tujuh hari libur nasional atas wafatnya Khamenei. Siaran televisi pemerintah, termasuk saluran berita IRINN menampilkan foto Khamenei dengan lantunan Al-Qur’an sebagai latar belakang dan spanduk hitam di sudut layar sebagai simbol duka.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS). Kabar tersebut diumumkan secara resmi oleh media pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026).
Pernyataan tersebut menyebut bahwa “kemartiran” Khamenei akan menjadi awal dari “pemberontakan dalam perjuangan melawan para penindas”.
Selain Khamenei, media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucunya turut tewas dalam serangan yang sama. Kantor Berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan, salah satu menantu perempuan Khamenei juga termasuk korban.
Konfirmasi resmi dari SNSC memperkuat laporan sejumlah media pemerintah Iran yang sebelumnya telah memberitakan kematian Ayatollah Khamenei.
Kematian Khamenei berpotensi memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, mengingat posisinya sebagai figur sentral dalam struktur politik dan keagamaan Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade.
Meski demikian, dalam pernyataan resmi tersebut tidak dijelaskan secara terperinci bagaimana Khamenei meninggal dunia. Hingga kini, belum ada informasi mengenai siapa yang akan mengambil alih posisi pemimpin tertinggi Iran setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei.















