Scroll untuk baca artikel
HeadlineInternasional

Respons tegas atas penindakan brutal rezim Teheran terhadap demonstrasi, Uni Eropa tetapkan IRGC sebagai organisasi teroris

50
×

Respons tegas atas penindakan brutal rezim Teheran terhadap demonstrasi, Uni Eropa tetapkan IRGC sebagai organisasi teroris

Sebarkan artikel ini

JAKARTA-LIPUTANBERITA7.COM. Otoritas Iran sendiri mengakui bahwa ribuan orang tewas selama demonstrasi, dengan estimasi angka mencapai lebih dari 3.000 jiwa. Namun, Teheran mengeklaim sebagian besar korban adalah anggota pasukan keamanan atau warga sipil yang dibunuh oleh “perusuh.”

Sebaliknya, kelompok hak asasi manusia internasional melaporkan jumlah korban jauh lebih tinggi, berpotensi mencapai puluhan ribu jiwa. Mereka mencatat para pengunjuk rasa tewas akibat tembakan langsung dari pasukan keamanan, termasuk IRGC yang merupakan sayap ideologis militer Iran.

Example 300x600

 Uni Eropa (UE) resmi menyetujui penetapan Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai “organisasi teroris” pada Kamis (29/1/2026). Keputusan ini diambil sebagai respons tegas atas penindakan brutal rezim Teheran terhadap demonstrasi massal yang melanda negara tersebut.

“Ini sudah lama tertunda,” tulis Kepala Uni Eropa, Ursula von der Leyen, melalui akun daringnya setelah para menteri luar negeri dari blok tersebut mengesahkan keputusan tersebut.

Baca Juga :  Bandara Kereta IKN Diproyeksikan Rampung pada 2030

Menurutnya, istilah teroris sangat tepat disematkan. “Teroris memang sebutan yang tepat untuk rezim yang menghancurkan demonstrasi rakyatnya sendiri dengan darah,” tegas Von der Leyen.

IRGC dibentuk pascaRevolusi 1979 untuk melindungi kepemimpinan ulama. Saat ini, organisasi tersebut mengendalikan sektor-sektor strategis dalam perekonomian Iran. Meskipun penambahan IRGC ke daftar teroris diperkirakan berdampak kecil secara operasional karena sebelumnya sudah berada di bawah sanksi, langkah ini mempertegas isolasi politik Teheran di panggung internasional.

Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa saluran diplomatik diperkirakan akan tetap terbuka meski IRGC telah masuk dalam daftar hitam. “Perkiraannya adalah bahwa saluran diplomatik akan tetap terbuka bahkan setelah Garda Revolusi dimasukkan dalam daftar,” ujar Kallas pada Kamis pagi.

Keputusan bersejarah ini mendapat dukungan kuat dari Prancis dan Italia, serta dipuji oleh Israel. Langkah UE ini kini sejajar dengan klasifikasi serupa yang telah lebih dulu diberlakukan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *