JAKARTA – LIPUTANBERITA7.COM. Kunjungan Starmer ke Beijing ini sekaligus menandai kunjungan pertama pemimpin Inggris ke China dalam delapan tahun terakhir. Dalam pertemuan tersebut, Starmer menyatakan kepada Xi Jinping, ia berharap kedua pemimpin dapat mengidentifikasi peluang untuk berkolaborasi.
Di tengah ramainya ancaman tarif dan serangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke berbagai negara. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden China Xi Jinping semakin mengeratkan kemitraan strategis di antara China dan Inggris.
“Saya sudah lama menegaskan kalau Inggris dan China membutuhkan kemitraan strategis jangka panjang, konsisten, dan komprehensif,” kata Starmer setelah pertemuan dengan Xi Jinping, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (29/1/2026).
Sebelum perjalanannya, Starmer sempat mengatakan berbisnis dengan China adalah pilihan pragmatis, dan sudah waktunya untuk menjalin hubungan yang dewasa dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.
“Saya pikir bekerja sama dalam isu-isu seperti perubahan iklim dan stabilitas global selama masa-masa sulit bagi dunia adalah hal yang tepat untuk dilakukan saat membangun hubungan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Xi Jinping menyoroti perlunya lebih banyak dialog dan kerja sama di tengah situasi dunia internasional yang semakin kompleks dan saling terkait.
“Hal-hal baik seringkali datang dengan kesulitan. Selama itu adalah hal yang benar untuk dilakukan sesuai dengan kepentingan mendasar negara dan rakyatnya, para pemimpin tidak akan menghindari kesulitan dan akan terus maju dengan berani,” ujar Xi Jinping.















