Medan – LIPUTAN BERITA7 Sastrawan Medan menggelar pertemuan sastra dengan sastrawan Malaka, Malaysia, yang bernaung dalam Ikatan Persuratan Malaka (IPM), dalam acara bertajuk “Serumpun Sedenyut: Sekali Kembara Sastra Melancong ke Tanah Deli”. Kegiatan ini berlangsung di Teater Mata Medan, Jumat (2/1/2026).
Pertemuan sastra lintas negara ini dimotori oleh sastrawan Zulkarnaen Siregar bersama tuan rumah Teater Rumah Mata yang dikelola oleh Agus Susilo. Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai ruang silaturahmi serta pertukaran gagasan kesusastraan antara dua komunitas serumpun.
Sebanyak 20 sastrawan Medan hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Romulus Z.I. Siahaan, Sulaiman Sambas, Bersinar Lubis, Zulkarnaen Siregar, Yusrinlie, Idris Siregar, Shafwan Hadi Umri, Warna Taufan, Porman Wilson, Sukirman, Sugeng Satya Dharma, Jaya Arjuna, Sahril, dan sejumlah nama lainnya.
Sementara itu, delegasi IPM Malaysia diwakili oleh Abdul Razak Adam, Sufri Bin Abu Bakar, Adillah Bin Sidek, Othman Bin Hj Md Idrus, Hasnahaboy Mohammad Noer, Norasmah Mohammad Noer, Hakim Binti Ibrahim, Ahmad Jallal Abdul Manan, Rohana Binti Karno, Hj Ismail Bin Hashim, Ami Zawan Binti Mazlan, Norzety Binti Abdul Aziz, Sitisalbah Raduan, Hamdah Burok, serta Azinta Bte Abdul Thalib.
Mewakili sastrawan Medan, Zulkarnaen Siregar menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mempererat ikatan persahabatan dan persaudaraan antara sastrawan Medan dan Malaka.
“Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi direncanakan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat hubungan kesastraan serumpun,” ujar Zulkarnaen.
Hal senada disampaikan Abdul Razak Adam selaku perwakilan IPM Malaysia. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari hubungan yang semakin erat dan saling mengunjungi di masa mendatang.
“Kami ingin persahabatan ini terus terjalin, saling berkunjung, dan saling menguatkan dalam kegiatan sastra di kedua wilayah,” katanya.
Pertemuan ini menjadi penanda penting dalam memperkuat jejaring sastra lintas negara, khususnya antara Indonesia dan Malaysia, yang memiliki akar budaya dan bahasa yang sama. (Red)















