JAKARTA-LIPUTANBERITA7. Keterlibatan Siprus dalam pusaran konflik ini menjadi sorotan dunia internasional. Sebagai negara anggota Uni Eropa yang secara geografis sangat dekat dengan Timur Tengah, Siprus sering kali menjadi titik transit strategis bagi pasukan Barat, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.
Ancaman langsung dari IRGC ini menandakan pergeseran taktik Iran yang mulai menyasar wilayah di luar zona konflik langsung guna memberikan tekanan politik dan militer terhadap sekutu Barat. Para analis pertahanan memperingatkan bahwa serangan terhadap Siprus dapat memicu keterlibatan lebih luas dari negara-negara Eropa dan NATO.
Melansir laporan kantor berita Tasnim, Brigadir Jenderal Jabari menegaskan bahwa pangkalan militer di Siprus kini menjadi target strategis karena dianggap menjadi tempat perlindungan bagi armada udara Amerika Serikat.
Komandan senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ibrahim Jabari, secara terbuka menyatakan rencana Teheran untuk meluncurkan serangan rudal ke wilayah Siprus. Langkah provokatif ini diambil sebagai upaya menekan militer Amerika Serikat (AS) agar segera meninggalkan kawasan tersebut.
“Amerika telah memindahkan sebagian besar pesawat mereka ke Siprus, dan kami akan meluncurkan beberapa rudal ke Siprus untuk memaksa mereka meninggalkan tempat itu juga,” tegasnya dalam kutipan yang dilansir pada Senin (2/3/2026).















