Scroll untuk baca artikel
HeadlineInternasional

Upaya operasi militer terhadap Iran, Badan Intelijen AS Gencar Rekrut Warga Iran via Media Sosial

88
×

Upaya operasi militer terhadap Iran, Badan Intelijen AS Gencar Rekrut Warga Iran via Media Sosial

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, LIPUTANBERITA7. Pesan diunggah melalui berbagai platform media sosial, termasuk X, Instagram, Facebook, Telegram, dan YouTube. Langkah ini menjadi bagian dari strategi terbaru CIA untuk merekrut sumber informasi di sejumlah negara yang dianggap menjadi perhatian utama AS, seperti Iran, China, Korea Utara, dan Rusia.

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau Central Intelligence Agency (CIA) dilaporkan tengah meningkatkan upaya perekrutan warga Iran melalui media sosial di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran seiring ancaman militer yang dari Presiden AS Donald Trump.

Example 300x600

CIA mempublikasikan instruksi baru dalam bahasa Farsi yang ditujukan kepada warga Iran yang ingin menghubungi badan intelijen tersebut secara aman.

Dikutip dari Asia One, Kamis (26/2/2026), upaya perekrutan ini berlangsung di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut memicu spekulasi Trump dapat memerintahkan operasi militer terhadap Iran apabila pembicaraan terkait program nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Baca Juga :  Audensi BPS ke Bupati Humbahas Terkair Pendataan Regsosek 2022

Dalam pesan berbahasa Farsi tersebut, CIA memberikan panduan keamanan bagi warga Iran yang ingin melakukan kontak. Badan intelijen itu meminta warga Iran untuk berhati-hati dan melindungi identitas mereka sebelum menghubungi pihak berwenang.

CIA juga menyarankan individu yang ingin berkomunikasi untuk tidak menggunakan komputer kantor atau telepon pribadi yang mudah dilacak. Mereka diminta memberikan informasi seperti lokasi, nama, jabatan, serta akses ke informasi atau keterampilan yang menarik bagi badan kami. Selain itu, CIA juga menyarankan penggunaan VPN tepercaya yang tidak berbasis di Rusia, Iran, atau China, maupun jaringan Tor yang dapat mengenkripsi data dan menyembunyikan alamat IP pengguna.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CIA masih menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai program tersebut. Sementara itu, delegasi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar media.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *