JAKARTA – LIPUTANBERITA7. Penanganan jemaah umrah juga dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Pemerintah turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat Indonesia agar menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah hingga situasi keamanan kembali kondusif.
“Menyampaikan imbauan untuk penundaan perjalanan ke kawasan timur tengah hingga situasi kembali aman,” pungkasnya
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui perwakilan RI di Arab Saudi mengerahkan tim pemantauan selama 24 jam untuk menangani jemaah umrah Indonesia yang mengalami kendala kepulangan dampak dari perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Tim disiagakan di dua bandara utama guna memastikan pendampingan bagi jemaah yang masih tertahan.
“Dalam upaya penanganan jemaah umrah, perwakilan RI menerjunkan tim pemantauan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah selama 24 jam,” ujar Heni di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Heni menjelaskan jemaah yang masih tertahan berada dalam pendampingan perwakilan RI bersama biro perjalanan. Akomodasi sementara juga disiapkan di sekitar bandara sambil menunggu jadwal penerbangan yang tersedia.
“Jemaah yang masih tertahan di bawah pendampingan perwakilan dan pihak travel telah dicarikan akomodasi serta penginapan di sekitar Bandara Madinah sambil menunggu tiket kepulangan yang tersedia,” jelasnya.
Tim di lapangan juga menjajaki berbagai opsi penerbangan untuk mengupayakan tambahan jadwal penerbangan dari wilayah tersebut.















