JAKARTA – LIPUTANBERITA7.COM. Traktat Keamanan Indonesia-Australia akan mencakup sejumlah inisiatif untuk memperkuat kerja sama pertahanan sekaligus menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Salah satunya melalui konsultasi secara berkala di tingkat pemimpin dan menteri mengenai isu-isu keamanan, serta mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan yang saling menguntungkan.
Jika salah satu pihak menghadapi ancaman keamanan, kedua negara akan berkonsultasi dan mempertimbangkan langkah bersama untuk menghadapinya.
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengungkapkan penandatanganan Treaty of Jakarta 2026 atau Traktat Keamanan Indonesia-Australia merupakan sebuah momentum bersejarah.
Albanese mengatakan penandatanganan tersebut merupakan wujud komitmen nyata Indonesia dan Australia untuk terus menjaga keamanan dan kawasan, yang telah terjalin sejak era Presiden kedua RI Soeharto.
“Perjanjian ini dibangun di atas sejarah kerja sama pertahanan yang telah berlangsung selama 3 dekade, sejak pemerintahan Paul Keating dan Soeharto, yang ditandatangani pada Desember 1995,” ujar Albanese selepas pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
“Ini adalah momen bersejarah dalam hubungan bangsa kita dan pengakuan bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas di kawasan kita adalah dengan bertindak bersama,” ucap Albanese.
Albanese menambahkan bahwa Indonesia-Australia juga sepakat memperkuat kerja sama di sektor strategis lainnya seperti pertanian, investasi, hingga pendidikan. Ia meyakini kemitraan Indonesia-Australia bakal teris menguat.
“Kami akan terus bekerja sama sebagai tetangga, tetapi yang lebih penting sebagai sahabat, untuk terus membangun kawasan yang damai, stabil, dan makmur,” pungkas Albanese.
Sementara itu, inisiatif lainnya mencakup penawaran posisi bagi perwira senior Indonesia untuk bertugas di Australian Defence Force, pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama guna meningkatkan kemampuan latihan gabungan, serta perluasan pertukaran pendidikan militer untuk memperkuat hubungan dan pemahaman antargenerasi pemimpin militer kedua negara.















